Pembuatan Basis Data Bioskop Blitzmegaplex dengan Menggunakan Microsoft Access

Berhubungan dengan post sebelumnya, kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana pembuatan basis data suatu bioskop pada Microsoft Access. Dalam hal ini, saya mengambil contoh bioskop Blitzmegaplex cabang Grand Indonesia. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan membuat tabel-tabel, seperti tabel jadwal film, karyawan, member serta transaksi. Pada masing-masing tabel tersebut harus dilengkapi dengan field-field yang merepresentasikan tabel. Sebagai contoh, tabel jadwal film harus memiliki field-field seperti ID film, judul film, jam tayang film, harga per tiket, serta kelas bioskop apabila ada. Setelah semua tabel selesai dibuat, perlu dibentuk relationships atau hubungan antar tabel-tabel tersebut. Setelah tabel terhubung satu sama lain, dapat dilakukan kueri untuk mendapatkan informasi-informasi tertentu yang dibutuhkan seputar basis data yang telah dibuat.

Advertisements

Penggunaan Microsoft Access dalam Membuat Basis Data Penghuni Asrama

Basis data merupakan suatu kumpulan informasi yang diorganisir sehingga basis data tersebut dapat diakses, dikelola, serta diperbaharui dengan mudah. Basis data perlu yang baik perlu untuk dimiliki setiap perusahaan agar perusahaan dapat mencari serta mendapatkan informasi yang sedang dibutuhkan dengan cepat dan mudah. Pembuatan basis data itu sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan software, salah satunya yaitu software Microsoft Access yang umum digunakan oleh banyak kalangan. Dapat diambil contoh pembuatan basis data penghuni asrama mahasiswa. Dalam Microsoft Access, terdapat istilah-istilah seperti tables (berisikan tabel-tabel dari penghuni mahasiswa, pembayaran, dll), field (kolom nama penghuni, dll), serta query (meminta informasi mengenai penghuni tertentu, dll).

Proses Authoring Kueri Relasional pada Perangkat Seluler

Kali ini saya akan membahas mengenai proses authoring dari kueri relasional yang dilakukan pada perangkat seluler. Authoring itu sendiri merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan penggunanya melakukan kueri tanpa perlu memahami bahasa pemrogramannya terlebih dahulu, sedangkan kueri relasional adalah permintaan akan suatu informasi tertentu dari suatu basis data yang memiliki hubungan dengan basis data yang lain. Biasanya diperlukan pemahaman akan bahasa pemrograman yang biasa disebut dengan bahasa SQL (Structured Query Language) untuk dapat melakukan proses kueri tersebut. Namun dengan adanya authoring ini, pengguna dapat melakukan kueri dengan mudah karena telah digunakan antar muka grafis yang mudah dipahami dengan menggunakan perangkat seluler.


Diangkat dari jurnal: H. Adele and K.Q. Pu “Authoring Relational Queries on the Mobile Devices”, Procedia Computer Science 10, 2012, pp. 752-757

Authoring relational queries on the mobile devices

Penggunaan Software Oracle BPM untuk Memodelkan Proses Bisnis Penyelenggaraan Seminar Internasional

Berkaitan dengan post saya yang berjudul “Mengenal Manajemen Proses Bisnis dan Software Oracle BPM”, kali ini saya akan membahas lebih rinci mengenai penggunaan software Oracle BPM ini. Saya akan mengambil contoh proses bisnis yang dilakukan dalam penyelenggaraan seminar internasional. Untuk mengetahui bagaimana penyelenggaraan seminar internasional ini dilakukan, dapat dilakukan wawancara kepada pihak yang pernah terlibat dalam penyelenggaraan seminar internasional terlebih dahulu. Proses bisnisnya terdiri dari beberapa proses, di antaranya pemilihan Project Officer, kemudian pembentukan kepanitiaan, pencarian sponsor, hingga pada akhirnya seminar dapat dilaksanakan. Dari proses bisnis yang sudah ada saat ini, dilakukan perbaikan yang menyebabkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan seminar menjadi lebih cepat.

Buku “Management Information System” (R.McLeod & Jr. G.P. Schell) – Sistem Manajemen Basis Data

Post kali ini akan membahas mengenai satu bab yang diambil dari suatu buku berjudul “Management Information System” yang ditulis oleh R. McLeod dan Jr. G.P. Schell. Bab yang akan dibahas berjudul Database Management System atau Sistem Manajemen Basis Data. Basis data adalah suatu kumpulan informasi yang diorganisir sehingga basis data tersebut dapat diakses, dikelola, serta diperbaharui dengan mudah. Manajemen basis data itu sendiri adalah suatu program yang memungkinkan penggunanya untuk menyimpan, mengubah, dan mengekstrak informasi dai suatu basis data. Manajemen basis data mengelola tiga hal penting, yaitu data, mesin basis data, dan skema basis data.

Mengenal Manajemen Proses Bisnis dan Software Oracle BPM

Business Process Management (BPM) atau yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah Manajemen Proses Bisnis merupakan suatu pendekatan yang sistematis untuk membuat alur kerja organisasi lebih efektif, lebih efisien, serta lebih handal untuk beradaptasi dalam lingkungan yang selalu berubah. Proses bisnis itu sendiri adalah suatu aktivitas atau kumpulan aktivitas yang akan mencapai suatu tujuan organisasi yang spesifik. Dalam membuat suatu proses bisnis, dapat digunakan software komputer yang bernama Oracle BPM. Oracle BPM dapat membantu perusahaan dalam hal manajemen proses. Sebagai langkah awal dalam penggunaan software ini, kita dapat memulainya dengan membuat suatu proses yang sederhana, seperti proses kegiatan dari bangun tidur hingga sampai di kelas.

Teknologi Informasi Sebagai Enabler dari Rekayasa Ulang Proses Bisnis pada Organisasi

Business Process Reengineering atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah Rekayasa Ulang Proses Bisnis adalah suatu pendekatan manajemen yang digunakan untuk meningkatkan performa organisasi melalui penyusunan ulang dari aktivitas-aktivitas produksi dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitasnya. BPR akan sulit untuk diterapkan secara mandiri, sehingga perlu untuk dilengkapi oleh disiplin ilmu lain, salah satunya adalah teknologi informasi atau IT. IT dipandang sebagai suatu enabler dari BPR yang efektif dalam merestrukturisasi aktivitas. Jurnal ini berfokus untuk menganalisis bagaimana IT dapat menjadi enabler BPR, peran IT dalam BPR untuk organisasi, serta tantangan-tantangan yang dihadapi organisasi ketika mengimplementasikan BPR.

On IT Enabling of Business Process Reengineering in   Organizations


Diangkat dari jurnal: S. Joseph, M. Simon Samwel, “On IT Enabling of Business Process Reengineering in Organizations”, Advanced Materials Research Vols. 403-408, 2012, pp. 5177-5181